وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ
رَٰغِبُونَ
Artinya: Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah.
Dia berfirman: (Jikalau mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah” (59)) Ayat ini mengandung etika yang agung dan rahasia yang mulia, dimana keridhaan itu dengan apa yang diberikan Allah dan Rasulullah SAW, dan berserah diri kepada semata, yaitu dengan firmanNya: (dan mereka berkata, “Cukuplah Allah bagi kami”) Demikian berharap kepada Allah semata dalam memohon taufik untuk taat kepada Rasulullah SAW. mengerjakan perintah-perintahnya, meninggalkan larangan-larangannya, membenarkan beritanya, dan mengikuti jejak-jejaknya.
Referensi : https://tafsirweb.com/3075-surat-at-taubah-ayat-59.html

JURUS 5
BERHARAP KE PEMBELI
Dalam hal berjualan, masih banyak yang salah berharap.Sebagian besar masih berharap ke pembeli disaat kita menawarkan dagangan kita. Mau bukti? Coba tanyakan ke diri sendiri, jika ada pembeli datang mau beli dagangan kita senilai
10 Ribu, kemudian ada pembeli lain yang mau beli dagangan kita 100 Juta, perlakukan kita beda apa sama?
Berharap ke pembeli ini sama halnya juga berharap ke makhluk, berharap ke makhluk itu PASTI kecewa. Ini benarsekali. Tidak hanya dalam jual beli, dalam berumah tangga pun juga sama. Kalau kita masih berharap balasan kebaikan daripasangan, balasan kebaikan dari anak, sudah bisa dipastikan akan berujung kecewa

BERLATIH BERDAGANG DI MARKET DAY SANTRI TAHFIZ ANAK USIA DINI
Kembali ke jual beli, jika berharap ke pembeli, tentu dagangan yang kurang bagus kita sembunyikan, tentu kita berupaya keras bagaimana pembeli itu mau membeli dagangan kita. Tapi apakah ya begitu cara kerjanya? Ternyata bukan
begitu. Siapakah pemilik hati para pembeli? Mengapa pembeli itu mau beli dagangan kita? Kan banyak penjual lainnya Karena pembeli mau beli dagangan kita itu 100% atas pertolonganNya
Jadi bagaimana cara kita berdagang? Karena pembeli mau beli dagangan kita 100% atas pertolonganNya, ya kita berharapnya hanya dan satu-satunya ke Allah Swt. Nanti Allah Swt yang akan datangkan pembelinya.
Surat At-Taubah Ayat 59, “Seandainya mereka benar-benar ridha dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh AllahSwt. dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah Swt. bagi kami, Allah Swt. akan memberikan kepada kami sebagian darikarunia-Nya, dan (demikian pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya
kami adalah orang-orang yang selalu hanya berharap kepadaAllah.”
Alhamdulillah. Selamat berdagang dengan tidak berharap ke pembeli ya. #99jurusbisnislangit.