Fenomena generasi “rebahan” dan “mager” (malas gerak) bukan hanya sekadar kebiasaan malas, namun merupakan tanda adanya krisis spiritual dan intelektual dalam tubuh umat. Generasi yang lebih sibuk dengan gadget, scroll media sosial, bermain game, atau bahkan tidur berlebihan tanpa kontribusi positif untuk dirinya, keluarganya, dan umat—adalah generasi yang tertinggal. Dalam konteks inilah pentingnya makna hijrah secara maknawi menjadi sangat relevan hari ini.
Realitas Hari Ini: Generasi Rebahan
Anak muda kini lebih sibuk dengan konten hiburan daripada konten pembangunan diri. Mereka lebih cepat menghafal lagu-lagu viral daripada ayat Al-Qur’an. Mereka tahu tren TikTok terbaru, tapi tidak kenal sejarah Rasulullah ﷺ. Inilah yang disebut generasi rebahan dan mager. Umat ini tidak akan bangkit kecuali jika mereka berhijrah dari kebiasaan malas kepada semangat amal.

PEMUDA MASJID BANGKIT BERLATIH BERSAMA P2KOMAS FIKRUL AKBAR
Solusi: Apa yang Harus Dilakukan Umat Hari Ini?
- 1. Bangkitkan Kesadaran Akan Nilai Waktu
Imām Hasan Al-Baṣrī رحمه الله berkata:
يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ، ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.”
- 2. Hijrah Menuju Ilmu dan Amal
Syaikh Dr. ‘Āidh Al-Qarni mengatakan:
ٱلْهِجْرَةُ ٱلْحَقِيقِيَّةُ أَنْ تَتْرُكَ ٱلْكَسَلَ وَٱلْفَرَاغَ وَتَبْدَأَ ٱلْحَيَاةَ بِعَزْمٍ وَقُوَّةٍ
“Hijrah yang hakiki adalah meninggalkan kemalasan dan kekosongan, serta memulai hidup dengan tekad dan kekuatan.
Hijrah: Maknawi, Bukan Hanya Fisik
Secara bahasa, hijrah berasal dari kata: هَجَرَ – يَهْجُرُ – هِجْرَةً
Artinya: meninggalkan atau berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain. Adapun secara istilah, hijrah maknawi berarti berpindah dari kejahilan menuju ilmu, dari maksiat menuju taat, dari kemalasan menuju produktivitas.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: ٱلْهِجْرَةُ نَوْعَانِ: هِجْرَةٌ بِٱلْجِسْمِ مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ، وَهِجْرَةٌ بِٱلْقَلْبِ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ
Hijrah itu ada dua: hijrah dengan jasad dari suatu negeri ke negeri lain, dan hijrah dengan hati menuju Allah dan Rasul-Nya.

GENERASI MUDA P2EKOMAS MEMPERLUAS JARINGAN DENGAN PEMUDA WORKSHOP MARKETING ON LINE SANTRIPRENEUR DI MASJID ISTIQLAL JAKARTA
Dalil Al-Qur’an Tentang Keutamaan Hijrah
Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِي ٱلْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…”
(QS. An-Nisā’: 100)
Ayat ini menegaskan bahwa hijrah—baik secara fisik maupun maknawi—akan membawa keluasan dan keberkahan.
Hadits Tentang Hijrah dan Perubahan
Rasulullah ﷺ bersabda: وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى ٱللَّهُ عَنْهُ
“Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Al-Bukhārī, no. 10)
Hadits ini menegaskan bahwa hijrah sejati adalah perubahan ke arah ketaatan.

AKTIF DALAM KEBAIKAN BERMUSYAWARAH DALAM MENENTUKAN FORMULA PELATIHAN EKONOMI BAGI PEMUDA MASJID DI LAHAN P2KOMAS
Pandangan Para Sahabat dan Ulama
Umar bin Al-Khattāb رضي الله عنه berkata: حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوهَا قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah dirimu sebelum kamu ditimbang.”
Ibnu Mas’ūd رضي الله عنه berkata: مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ، نَقَصَ فِيهِ أَجَلِي وَلَمْ يَزِدْ فِيهِ عَمَلِي
“Aku tidak pernah menyesali sesuatu melebihi penyesalanku pada hari yang mataharinya telah tenggelam, sementara ajalku berkurang dan amalanku tidak bertambah.”
Ibnu Taymiyyah رحمه الله berkata:أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ: ٱلْعِلْمُ، وَأَصْلُ كُلِّ شَرٍّ: ٱلْجَهْ لُ
“Akar dari segala kebaikan adalah ilmu, dan akar dari segala kejahatan adalah kebodohan.”
(Majmū’ Al-Fatāwā 10/38)
3.Aktif di Jalan Dakwah dan Kebaikan
Syaikh Yūsuf Al-Qaradhāwī رحمه الله berkata:
ٱلْأُمَّةُ ٱلَّتِي لَا تَتَحَرَّكُ لَنْ تَعِيشَ، وَٱلْحَيَاةُ لَا تَعْتَرِفُ بِٱلْخَامِلِينَ
“Umat yang tidak bergerak tidak akan hidup. Kehidupan tidak akan mengakui orang-orang yang pasif.”
Penutup
Hijrah bukan hanya sejarah masa lalu, tapi kebutuhan strategis umat Islam hari ini. Bila generasi muda tetap rebahan dan mager, maka mereka akan tenggelam dalam gelombang zaman. Maka, mari hijrah dari kemalasan menuju produktivitas, dari kebodohan menuju ilmu, dan dari kesia-siaan menuju peradaban!
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ ٱلْمُهَاجِرِينَ إِلَيْكَ وَرَسُولِكَ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berhijrah kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu.”
Oleh: Abudin Robbani
UMMUL QURO INSTITUTE
Bekasi, 4 Juli 2025