حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ
ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ
Artinya: Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.(QS ; Nuh:40)
Dalam sejarah dakwah para Nabi, kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam sering menjadi bahan renungan yang mendalam. Beliau berdakwah kepada kaumnya dalam waktu yang sangat panjang—tidak kurang dari 950 tahun—namun hanya sedikit yang beriman. Pertanyaannya, apakah sedikitnya pengikut tersebut dapat disebut sebagai kegagalan dakwah?
Jawabannya tegas: tidak. Sedikitnya pengikut Nabi Nuh sama sekali bukan kegagalan, melainkan cerminan hakikat dakwah yang sejati sebagaimana ditetapkan oleh Allah.
Keberhasilan Dakwah Tidak Diukur dari Banyaknya Pengikut/Jamaah.Al-Qur’an dengan jelas menyebutkan:“Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit.”(QS. Hud: 40)

Ayat ini bukan celaan, melainkan penegasan. Allah tidak mengukur keberhasilan dakwah dari kuantitas pengikut, melainkan dari ketaatan dan kesungguhan seorang da’i dalam menyampaikan risalah.
Jika ukuran keberhasilan adalah banyaknya massa, maka sebagian Nabi—yang bahkan tidak memiliki pengikut—harus dianggap gagal. Padahal, seluruh Nabi adalah manusia pilihan yang dijamin kebenaran risalahnya oleh Allah.
Tugas Rasul, dan Da’i:adalah menyampaikan dengan Niat yang benar dan ikhtiar maksimal Bukan Menentukan HasilAllah menegaskan dalam banyak ayat bahwa tugas seorang Rasul hanyalah menyampaikan:
“Kewajibanmu hanyalah menyampaikan.”
(QS. Asy-Syura: 48)
Hidayah bukan berada di tangan Nabi, apalagi di tangan seorang da’i. Hidayah adalah hak prerogatif Allah. Oleh karena itu, keberhasilan dakwah sejatinya terletak pada amanah dalam menyampaikan kebenaran, bukan pada hasil akhir berupa jumlah pengikut.

Nabi Nuh Telah Menunaikan Dakwah Secara Sempurna
Dalam Surah Nuh, Nabi Nuh sendiri bersaksi:
“Wahai Rabbku, sungguh aku telah menyeru kaumku malam dan siang.”
(QS. Nuh: 5)
Beliau berdakwah:siang dan malam,secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi,
dengan nasihat, peringatan, dan hujjah yang jelas.Ini menunjukkan bahwa tidak ada kekurangan metode dakwah. Penolakan kaumnya bukan karena kelemahan dakwah, melainkan karena kerasnya hati dan keengganan menerima kebenaran.
Penolakan Umat Bukan Kegagalan Dakwah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang seorang Nabi yang bersamanya hanya satu orang, bahkan ada Nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi bukti bahwa penolakan umat tidak mengurangi kemuliaan dakwah seorang Nabi. Sebaliknya, keteguhan menyampaikan kebenaran di tengah penolakan adalah kemuliaan itu sendiri.
Kesuksesan Dakwah Nabi Nuh adalah teladan kesuksesan dakwah dalam makna yang paling hakiki:
Istiqamah hampir satu milenium . Sabar menghadapi ejekan dan penentangan. Tidak berkompromi dengan kesyirikan. Taat penuh kepada perintah Allah. Keberhasilan beliau bukan pada angka, melainkan pada keteguhan iman dan ketaatan tanpa syarat.

Relevansi untuk Dakwah Masa Kini
Kisah Nabi Nuh menjadi pelajaran penting bagi para da’i, penggerak masjid, dan aktivis dakwah hari ini:
- Jangan berkecil hati karena jamaah sedikit
- Jangan mengorbankan prinsip demi popularitas
- Jangan menilai kebenaran dari keramaian
- Tetap istiqamah meski jalan dakwah terasa sepi
- Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut, tetapi dari kesesuaiannya dengan wahyu.
Sedikitnya pengikut Nabi Nuh bukanlah kegagalan dakwah, melainkan bukti bahwa:
hidayah milik Allah,tugas manusia hanyalah menyampaikan,dan kesabaran adalah kemenangan sejati.Semoga kisah Nabi Nuh menguatkan langkah kita untuk terus berdakwah dengan ikhlas, lurus, dan istiqamah, meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu ramai oleh pujian dan pengikut.
