ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk,” (QS An-Nahl:125).

PELATIHAN MEMBATIK LPK FIKRUL AKBAR PROGRAM P2EKOMAS DI BLK FIKRUL AKBAR
Saat ini, istilah digital identik dengan internet. Media digital pun sering dipahami sebagai media yang tersaji di internet, yakni di website dan aplikasi (apps/apk), termasuk media sosial.Dalam ayat yang berisi perintah dakwah (QS An-Nahl:125), salah satu metode dakwah adalah bil-hikmah yang dimaknai sebagai Al-Qur’an, Sunnah, dan bijaksana (wise).
Hikmah dalam pengertian bijaksana ini antara lain dakwah dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi objek dakwag (ma’du).
Saat masyarakat beraktivitas serbadigital atau online, mulai belanja hingga mencari informasi, maka di sinilah dakwah digital masuk. Orang mencari apa pun di internet.
Maka, para da’i (ulama/kyai/ustadz) saat ini dituntut bisa mengisi ruang-ruang digital dan menyebarkan dakwah. Para da’i dituntut memperbaharui kemampuannya di bidang tekonologi informasi dan komunikasi, sehingga menguasai dakwah di dunia maya.
Dengan demikian, pengertian dakwah digital adalah mengajak orang ke jalan Tuhan –mengimani dan melaksanakan syariat Islam– dengan memanfaatkan media digital, khususnya website dan aplikasi.Konten dakwah yang disebarkan bisa berupa teks atau tulisan, gambar, audio, vidio, animasi, dan infografis sesuai dengan jenis-jenis konten internet.
Ringkasnya, dakwah digital bisa dilakukan melalui blogging, podcasting, dan vlogging atau berupa website, podcast, dan video.
Dakwah harus hadir di situs-situs web, terutama media sosial. Formatnya tidak melulu dalam bentuk “ceramah” (komunikasi lisan), tapi juga format lain yang sesuai dengan karakteristik objek dakwah. (Sumber: MUI, ROL1,ROL2)

Masjid juga bisa memanfaatkan digital marketing. Misalnya, dengan menggunakan website untuk mengumumkan jadwal shalat, ceramah, dan kegiatan sosial. Jamaah dari berbagai tempat bisa mengakses informasi ini dengan mudah. Ketika ada acara besar seperti buka puasa bersama atau penggalangan dana, lebih banyak orang yang hadir dan berpartisipasi.
Organisasi nirlaba tidak ketinggalan. Mereka mengirim email tentang program bantuan yang sedang berjalan. Setiap email dilengkapi dengan foto dan cerita penerima manfaat. Kabar baik ini cepat menyebar. Orang-orang yang membaca merasa terinspirasi dan terdorong untuk ikut berdonasi. Program bantuan pun berjalan lancar dan banyak orang terbantu.
Keuntungan lain dari digital marketing adalah kemampuannya untuk mengukur hasil secara akurat. Setiap kampanye bisa dianalisis. Berapa banyak orang yang melihat iklan? Berapa yang mengklik? Berapa yang akhirnya berdonasi? Data ini membantu organisasi untuk terus memperbaiki strategi mereka.
Digital marketing juga memungkinkan komunikasi yang lebih personal. Melalui segmentasi, pesan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing audiens. Ini membuat pesan lebih relevan dan efektif.
Secara keseluruhan, digital marketing membuka banyak peluang baru. Komunikasi menjadi lebih cepat, lebih luas, dan lebih efektif. Masjid, pesantren, dan organisasi nirlaba bisa memanfaatkan ini untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih baik. Yok Belajar bareng.
Berkahselaloe
Beni Sulastiyo
PesantrenterbukaID/ Digmaa