Lompat ke konten

TUGAS UTAMA DI MUKA BUMI

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi”

Kita berdagang dan berbisnis, apa sih tujuannya? Apa sih manfaatnya? Atau pertanyaan lain adalah, mengapa kita diturunkan di muka bumi ini? Tugas utama kita apa? Kita tidak diturunkan di muka bumi ini melainkan untuk ibadah. Memang hal itu 100% benar. Tapi kita juga harus turunkan kembali, ibadah itu seperti apa.

ANAK-ANAK TK SEDANG MELATIH MENANAM TANAMAN KANGKUNG DI LAHAN P2EKOMAS

Kalau kita tadabbur itu, kita sebagai pengusaha atau sebagai pebisnis. Tentu harus mempertanyakan, tugas kita di muka bumi ini sebagai apa, sebagai pedagang, pedagang seperti apa? dan seterusnya. Kita mesti mempertanyakan kepada diri kita, sebenarnya tugas apa yang diberikan Allah Swt.

 untuk kita di muka bumi? Mengapa kita perlu mempertanyakan itu? Agar kita tidak salah melangkah. Spesifik tentang tugas apa kita di muka bumi dan outputnya apa. Sama seperti kita mendapatkan orderan, kan kita bertanya misalkan orderan kue.

Kue apa yang dipesan, kapan dikirimnya? Pengemasannya seperti apa, pembayarannya seperti apa dan seterusnya. Jadi sama halnya dengan pertanyaan tersebut kita ajukan untuk diri kita, kemudian dari pertanyaan itu kita cari tahu, kita gali, kita banyak ngobrol kepada Allah. Katakan, “Ya Allah, apa tugas saya di muka bumi ini?.”

Temukan jawaban sedetailnya. Salah satunya, kalau kita sebagai pengusaha, pedagang dan pebisnis hasil tadabbur saya dan mengapa kita sebagai pengusaha muslim itu harus sukses, harus kaya, harus beromset milyaran, triliunan, harus punya keuntungan bersihnya ratusan juta, milyaran. Mengapa? Coba kita lihat di sekeliling kita.

ANAK ANAK TK SEDANG MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN

 Banyak pondok pesantren, banyak masjidnya aja susah untuk membayar listrik, membeli beras. Banyak pondok pesantren satu telur dimakanberempat. Banyak sekali kondisi-kondisi seperti itu. Kita mungkin sebagai pengusaha, tidak bisa mengambil peran untuk mengajar fiqih, mengajar hadist dan seterusnya karena ilmu kita memang beda.

Ketika kita meyakini profesinya adalah pengusaha. Maka, kita harus all out Man Jadda wa Jadda, untuk kita mendapatkan keuntungan bersih sebanyak-banyaknya bukan untuk perut kita saja, untuk dakwah, untuk kita bagikan lagi di berbagai pondok pesantren yang membutuhkan makanan dan masjid-masjid yang butuh membayar listrik. Kita gunakan untuk menolong agama Allah.

Surat Fatir Ayat 29َ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah Swt. dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam- diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”

Selamat bertugas di muka bumi ini untuk membawa

manfaat bagi sesama. #99jurusbisnislangit. Penulis : Ponco Waluyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *