Lompat ke konten

MEN-TUHAN-KAN AKAL

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَلَكَهٗ يَنَابِيْعَ فِى الْاَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهٗ حُطَامًاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلبِ ۝٢١

“Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia mengalirkannya menjadi sumber-sumber air di bumi. Kemudian, dengan air itu Dia tumbuhkan tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian ia menjadi kering, engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian Dia menjadikannya hancur berderai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi ululalbab”.

Tidak sedikit diantara kita yang men-Tuhan-kan akal khususnya jikalau sedang menghadapi permasalahan dalam usaha. Berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Usaha membutuhkan tambahan modal misal, dengan berbagai akal pikiran memikirkan bagaimana mendapatkan tambahan modal.

SUBURNYA TANAMAN TOMAT DI LAHAN P2EKOMAS

Padahal belum tentu solusi dari permasalahan usaha kita adalah tambahan modal Kita coba renungkan, dari hasil pemikiran akal kita tersebut, berapa yang berhasil menjadi solusi dari permasalahan yang kita hadapi? lebih banyak berhasil atau gagal?

Kebanyakannya adalah gagal. Atau dengan kata lain dari apa yang kita hasilkan dari pemikiran kita, pada kenyataannya berbeda. Mengapa bisa begitu? Karena sejatinya pemikiran kita ini juga sebagai hasil dari pertolongan Allah Swt. dalam hal kita memikirkan sesuatu.

Memang tidak sedikit yang Men-Tuhankan-akal itu adalah juga bagian dari bentuk dari kesombongan kita dalam menghadapi persoalan usaha. Kita melihatnya adalah kita merasa mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Padahal dasarnya semua masalah itu tidak lepas dari kekuasaan Allah Swt..

 Jadi, kalau kita men-Tuhankan-akal, bisa dipastikan bahwa, kegagalanlah yang akan kita capai. Tapi, bukan akal yang menjadi tolak ukurnya. Tapi bagaimana caranya agar setiap kita mikir itu menjadi dzikir pada Allah. Bagaimana caranya agar di setiap pikiran kita ini, selalu melibatkan Allah.

MEMETIK TANAMAN TOMAT DI LAHAN P2EKOMAS

Surat Az-Zumar Ayat 21ِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah Swt. menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning- kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

Selamat menggunakan akal untuk menghasilkan pikiran

yang selalu hatinya berdzikir kepada Allah Swt.

#99jurusbisnislangit. Penulis : Ponco Waluyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *