Lompat ke konten

LIBATKAN ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA DALAM USAHA KITA

SETIAP USAHA KITA SEMPURNAKAN AKADNYA JAGA KEJUJURAN DAN AMANAH SERTA BERSIHKAN HARTA YANG KITA DAPATKAN

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!

الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ (Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi.

وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ (Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah

Ayat 1-3
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi SAW tiba di Madinah, orang-orang Madinah terkenal sebagai orang paling curang dalam takaran. Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1)) Lalu mereka memperbaiki takaran setelah itu
Makna yang dimaksud dengan “At-tathfif” di sini adalah kecurangan dalam memakai takaran dan timbangan, yang terkadang ditambahi jika menagih orang lain, atau dikurangi jika dia membayar mereka. Oleh karena itu Allah SWT menjelaskan orang-orang yang curang yang Dia ancam dengan kerugian dan kebinsaan yaitu kecelakaan dengan firmanNya: ((yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain) yaitu manusia (mereka minta dipenuhi) yaitu mereka meminta supaya dipenuhi dan diberi tambahan (dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (3)) yaitu merugikan orang lain dengan menguranginya. Hal yang paling baik hendaknya menjadikannya “kalu” dan “wazanu” dianggap sebagai fi’il muta’addi, maka, dhamir “hum” menduduki mahal “nashab”. Sebagian mereka menjadikannya sebagai taukid dari dhamir yang tidak disebutkan dalam firmanNya “kalu” dan “wazanu”, sedangkan maf’ulnya dibuang karena kalam itu sudah menunjukkan kepadanya. Keduanya mempunyai makna yang berdekatan.
Allah SWT memerintahkan untuk memenuhi takaran dan timbangan. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya (35)) (Surah Al-Isra’) dan (Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya) (Surah Al-An’am: 152) serta (Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kalian mengurangi neraca itu (9)) (Surah Ar-Rahman) dan Allah SWT membinasakan kaum nabi Syu’aib dan menghancurkan mereka karena mereka curang terhadap orang lain dalam takaran dan timbangan.

SEMAKIN BANYAK OMZET , SEMAKIN BANYAK SEDEKAHNYA TARGETKAN SEDEKAH 1 MILYAR PER BULAN

JURUS 2
LIBATKAN ALLAH SWT DALAM USAHA KITA
Saat bermuamalah antara penjual dan pembeli yang didalamnya terjadi akad, Allah Ta’ala hadir dalam akad muamalah tersebut. Apa yang terjadi jika ada kezaliman, adakecurangan dalam akad muamalah itu? Allah Swt. yang akan meninggalkan pertama kali akad muamalah tersebut. Mengapa?karena Allah Swt. membenci kecurangan, kezaliman. Apa yang terjadi kalau Allah Swt. yang meninggalkan akad tersebut?
maka kerugian lah, maka kebangkrutan lah yang akan terjadi dalam akad muamalah itu.


Begitupun sebaliknya, Jika Allah Swt.. selalu hadir dalamusaha kita, terbayang tidak kemudahan, kelancaran, keberkahan
semuanya akan hadir di setiap langkah usaha kita bukan?
Libatkan Allah Swt. dalam setiap usaha kita, sempurnakan akad nya, jaga selalu kejujuran, amanah, bersihkan harta yang
kita dapatkan, semakin banyak omset semakin banyak sedekahnya, targetkan sedekah 1 Milyar per bulan, targetkan
wakaf 100 Masjid dari hasil usaha kita maka Allah Swt. yangkan menjaga keberlangsungan usaha kita tersebut.

Allah Swt.yang akan melariskan usaha kita, Allah Swt. yang akan menjadisales usaha kita, ……Maa Syaa Allah.
“Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!” Surah Al-Muthaffifin Ayat 1


Selamat usaha dengan melibatkan Allah Swt… di setiap perjalanan usaha kita. #99jurusbisnislangit.

LIBATKAN ALLAH DALAM SETIAP BISNIS KITA DENGAN MENGHADIRKAN KEPEDULIAN KITA KEPADA UMMAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *