Lompat ke konten

P2 EKOMAS MEWUJUDKAN KAWASAN YANG TERBINA DAN TERLAYANI OLEH MASJID

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ * رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ * لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah Allah perintahkan untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang, (36) orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut akan hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), (37) (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas

 

Mengelola Jamaah Masjid

Oleh Deddy Wahyudi

Kedudukan masjid dalam islam begitu penting. Oleh karena itu, umat islam perlu mengembalikan fungsi masjid sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah dan para sahabat, yaitu dengan menjadikannya sebagai basis kegiatan-kegiatan keislaman.

Kecintaan terhadap masjid membuat seorang muslim, khususnya muslim yang laki-laki (ikhwan) rajin mendatangi masjid setiap harinya, untuk melaksanakan shalat berjamaah dan shalat lima waktu semestinya dilaksanakan di masjid, sedang shalat di rumah baru dilakukan dalam kondisi yang sangat darurat.

Disamping untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu, kedatangan seorang muslim di masjid juga untuk memakmurkan masjid dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya. Dengan kedatangan seorang muslim di masjid guna memakmurkannya dengan sebaik-baiknya, maka kita tidak perlu lagi meragukan keimanannya, Rasulullah saw bersabda;

Izzaa raaitumurrajula ya�tadulmasjida fasyhaduu lahubil iimaani..

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa�id Al Khudri)

Beberapa langkah yang bisa di lakukan untuk memakmurkan masjid, diantaranya :

  1. Membangun Jamaah Subuh di Masjid
    – Target individu jamaah senang sholat subuh
  2. Masjid Tempat Membangun Keluarga
    – Target jamaah mengajak anggota keluarga ke masjid
  3. Mengelola Jamaah Masjid
    – Target tahu cara mengelola jamaah dan warga sekitar masjid
  4. Membangun 4 + 1 Pilar Masjid
    – Target takmir paham pilar masjid sehingga semua sevisi
  5. Pembentukan Unit Pelayanan di Masjid
    – Target unit-unit pelayanan muncul di masjid

MENDATA DEMOGRAFI JAMAAH MASJID DARI SEMUA KALANGAN DAN USIA YANG AKTIF DAN MENGAJAK AGAR AKTIF KE MASJID

  1. Berapa jumlah jamaah sholat subuh?
  2. Berapa hasil sedekah subuh?
  3. Berapa keluarga (pasangan suami istri)
    yang hadir sholat subuh?
  4. Berapa anak kecil yang ikut sholat subuh
    atau sholat maghrib?

Sebuah kawasan atau lingkungan yang TERBINA
dan TERLAYANI oleh MASJID dgn berbagai faktor :

  • Usia & Jenis Kelamin : anak, dewasa, lansia, lelaki,
    wanita, dan keluarga
  • Sosial Ekonomi : fakir miskin, kaya, pejabat,
    karyawan, aktivis, dstnya
  • Ormas : NU, Muhammadiyah, Wahdah, Hidayatulloh,
    Dewan Dakwah, Jamaah Tabligh, Salafi, dstnya
  • Agama : muslim dan yang beragama lainnya

MELAYANI UMMAT BAGI ANAK YATIM DAN DHUAFA SEKITAR MASJID

Sasaran Dakwah Masjid

  1. Sudah Hijrah dan Totalitas Berubah
  2. Sudah Hijrah tapi Belum Totalitas Berubah
  3. Masih akan Hijrah maka Belum Berubah
  4. Masih jauh dari ingin Hijrah

TAMAN EDUKASI P2EKOMAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR SEBAGAI PUSAT PELATIHAN KELUARGA JAMAAH

Ketika Masjid hendak kita makmurkan sebagaimana mestinya, diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik pengorbanan harta, jiwa, tenaga, waktu pikiran maupun ilmu, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Oleh karena itu, sejak membangun masjid Rasulullah saw telah menunjukkan pengorbanannya yang besar, bahkan dengan tenaga yang dimilikinya, beliau membawa sendiri batu bata saat masjid sedang dibangun.

BERAWAL DARI MEMBANGUN KELUARGA AGAR CINTA MASJID, YANG DIPERSEMBAHKAN MASJID RAMAH ANAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *