Lompat ke konten

SKEMA P2EKOMAS

SKEMA P2EKOMAS

Start Up

Istilah Startup berasal dari bahasa Inggris, artinya bisnis rintisan. Jadi, startup adalah sesuatu yang merujuk kepada bisnis ataupun perusahaan yang baru saja dirilis.Beberapa level di Skema P2ekomas akan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : Pertama : Level 0 Kedua: Level 1 Ketiga : Level 2 Keempat : Level 3 Kelima: Level 4 yang di bimbing oleh seorang Mentor

Dalam bisnis startup, ada istilah bernama scale upScale up merupakan fase pertumbuhan perusahaan menjadi lebih besar. Itu artinya, perusahaan telah mendapatkan kesuksesan di suatu titik, dan siap untuk berkembang ke tingkat berikutnya. Jadi, scale up pada bisnis dasarnya adalah perusahaan dengan bertumbuh semakin besar.

Mentor adalah seseorang yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan terhadap sebuah bidang keilmuan tertentu.

Kemudian kombinasi dari pengalaman dan pengetahuan tersebut berubah menjadi sebuah kebijaksanaan yang dapat membimbing orang lain yang lebih pemula untuk bisa berkembang dan berproses dengan lebih pesat, serta dengan langkah yang tepat.

Mentor juga dapat diartikan sebagai sosok yang telah lama menggeluti sebuah bidang tertentu, dan terbukti berhasil meraih kesuksesan dari aktivitas apapun yang sudah dilakukan pada bidang tersebut.

Oleh karena itu, orang tersebut dipercaya untuk menjadi seorang guru yang mampu membagikan sebagian ilmunya untuk melatih serta mendorong orang yang baru saja memasuki suatu bidang dan masih minim akan pengalaman.

Sementara itu, hubungan antara seorang mentor dengan orang lain yang didukungnya disebut dengan istilah mentoring.

Lebih tepatnya, mentoring adalah sebuah hubungan antara seseorang yang berpengalaman dengan orang lain yang masih membutuhkan dukungan, motivasi, dan dorongan agar mampu mencapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan.

PRESENTASI SKEMA P2EKOMAS OLEH KETUA P2EKOMAS DI ACARA LAUNCHING MASJID WIRA PEMUDA

Indonesia Membutuhkan 2 Persen Entrepreneur Muda

[Teguh/Zahir/PM]

Jika Indonesia ingin menjadi negara maju, minimal harus memiliki 2 persen wirausahawan atau entrepreneur muda dari total penduduk yang dapat mengerakan perekonomian nasional secara dinamis sedangkan Indonesia baru mencapai 0,29 persen dari total penduduk (Doing Business report, 2012). Dunia pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan pada entrepreneur muda. Beberapa peran dunia pendidikan dalam menciptakan peluang entrepreneur muda yaitu :

1. Memberikan kompetensi life skills dan soft skill :
Saat ini sudah banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang menjadi kewirausahaan sebagai salah satu muatan wajib dalam kurikulum yang diberikan. Berbagai pilihan ektrakulikuler dan organisasi di sekolah yang dapat mengasah soft skill dan life skill. Untuk hal ini benar-benar bergantung pada kemauan mereka untuk mengasahnya sesuai dengan minat dan bakat mereka. Sekolah/kampus memiliki peran penting untuk memberikan arahan dan motivasi serta memberikan kesempatan mereka untuk berkembang. Sekolah/kampus juga perlu menanamkan pengetahuan tentang pentingnya menjadi seorang yang memiliki jiwa entrepreneur muda yang tidak bergantung pada orang lain untuk hidup namun dapat membantu orang lain dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Paradigma bahwa setelah lulus pontang-panting mencari pekerjaan harus dirubah. Paradigma job-seeker harus diubah menjadi job-creator. Dunia pendidikanlah yang memiliki peluang besar untuk merubah paradigma tersebut.

2. Wadah eksperimen :
Sebelum terjun langsung ke dunia bisnis sebenarnya, sekolah/kampus dapat menjadi wadah eksperimen untuk mulai membangun bisnis. Ide-ide, wawasan, dan kesempatan untuk praktek langsung sangat memungkinkan untuk diasah. Di perguruan tinggi, perlombaan kewirausahaan sudah semakin banyak. Bermula dari step proposal yang didanai lalu diaplikasikan langsung untuk dikompetisikan. Treatment seperti ini sangat efektif untuk mendorong mereka menjadi entrepreneur muda.

3. Mendapatkan sosok panutan/mentorship :
Di sekolah/kampus inilah kita lebih mudah untuk mendapatkan sosok panutan untuk menjadi mentorship. Biasanya mereka akan menjadi semangat bila melihat langsung dosen, kakak kelas atau temannya sukses atas usahanya. Ada kebanggan tersendiri dan lebih memotivasi. Dunia pendidikanlah yang menciptakan sosok-sosok panutan.

4. Membangun jaringan :
Berapa jumlah mahasiswa dalam satu angkatan? Sangat banyak bukan, apalagi bila kita juga mengenal kakak kelas atau adik kelas serta stakeholder lainnya yang ada di sekolah/kampus. Anggaplah mereka kedepannya akan menjadi orang penting yang sukses dan dapat membangun jaringan yang kuat dengan kita. Masa-masa di sekolah/kampus memang harus benar-benar dimanfaatkan untuk membangun jaringan.

5. Membangun tim :
Bukan tidak mungkin bahwa tim solid kita ternyata adalah kawan-kawan karib kita disekolah. Masa penempaan selama didunia pendidikan membuat kita menjadi saling mengenal lebih dalam karena intensitas interaksi ketika di sekolah/kampus.

Maka jika Anda ingin segera menjadi entrepreneur muda yang sukses, jangan menunggu lulus baru berbisnis. Curilah start membangun bisnis sejak disekolah/kampus. Mengapa? Karena dunia pendidikan memberikan kesempatan untuk mengasah skill, wadah eksperimen, panutan terdekat, jaringan dan tim yang lebih mudah dibangun pondasinya sejak dini.
[Teguh/Zahir/PM]

MEMBANGUN ENTREPRENEUR MUDA BERSAMA P2EKOMAS DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *