لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا
بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia

AGROBISNIS PEMBIBITAN TANAMAN DI LAHAN P2EKOMAS FIKRUL AKBAR
.
Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H
“Baginya,” yaitu bagi manusia “ada yang selalu mengikutinya bergiliran,” dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari “di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah,” maksudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalannya, selalu menyertainya terus menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka Allah pun telah mengutus para malaikat penjaga kepada hamba-hambaNya, di mana hal itu menjadikan kondisi-kondisi dan amalan-amalan mereka tidak tersembunyi, juga tidak dilupakan sedikit pun darinya.
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum,” berupa kenikmatan, curahan kebaikan, dan kehidupan yang enak, “sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,” dengan beralih dari keimanan kepada kekufuran, dari ketaatan menuju maksiat atau dari mensyukuri nikmat-nikmat Allah kepada mengingkarinya, maka Allah akan mencabut semua kenikmatan itu dari mereka.
Begitu pula, jikalau para hamba merubah kondisi mereka, dari maksiat menuju ketaatan kepada Allah, niscaya Allah akan merubah kondisi yang menyelimuti mereka sebelumnya berupa kesengsaraan menuju kepada kebaikan, kebahagiaan, dan ghibtah (semangat iri dalam kebaikan) serta rahmat.
“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum,” berupa siksa, perkara yang berat, serta hal yang mereka benci, maka sesungguhnya kehendakNya pasti terlaksana pada mereka. Karena “tidak ada yang dapat menolaknya,” tidak ada seorang pun yang mampu menghindarkan mereka darinya. “Dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia,” yang menangani urusan-urusan mereka, mendatangkan hal-hal yang disukai bagi merekadan menyingkirkan hal-hal yang dibenci mereka. Maka, hendaklah mereka berhati-hati agar tidak berkutat pada perkara-perkara yang dibenci oleh Allah, karena dikhawatirkan siksa Allah akan menimpa mereka, yang tidak bisa ditolak dari kaum yang telah berbuat jahat.
Referensi : https://tafsirweb.com/3971-surat-ar-rad-ayat-11.html

PENGENALAN TANAMAN HIDROPONIK BAGI TAMAN KANAK KANAK DI TAMAN EDUKASI P2EKOMAS FIKRUL AKBAR
KITA INGIN MEMBESARKAN USAHA KITA , PECAHKAN TELUR DARI DALAM, ARTINYA KITA MELAKUKAN USAHA YANG KITA MULAI DARI DIRI KITA SENDIRI DARI DALAM UNTUK BAGAIMANA MEMBESARKAN USAHA KITA. KARENA DENGAN BEGITU KITA AKAN MEMBUAHKAN KEHIDUPAN BARU DARI SEBUAH TELUR MENJADI ANAK AYAM.
JURUS 40
TELUR AYAM
Masih seputar ayat yang pertama kali diturunkan AllahSwt. yaitu Iqro’, Iqro’ ini bisa kita jalankan kapanpun dan dimana pun termasuk di dapur. Kita di dapur melihat satu butir telur ayam. Pecahnya bisa dengan dua cara. Kalau pecahnya dari dalam, itu akan menjadi sebuah kehidupan baru berupa anak ayam. Tapi kalau pecahnya dari luar, itupun akan berubah menjadi telur dadar atau telur ceplok.
Keduanya sama-sama membawa kebaikan, baik pecahnya dari luar maupun pecahnya dari dalam.Sama halnya kalau kita ingin usaha kita ini tumbuh dan besar. Kalau menunggu telurnya pecah dari luar, kita tidak akan pernah tahu kapan pecahnya, kapan telur ini akan diambil oleh orang lain, kapan dimasak telurnya menjadi telur dadar atau telur ceplok. Artinya, masih ada ketergantungan dengan oranglain untuk kita membesarkan usaha kita kalau kita analogikan sebagai telur dipecahkan dari luar.
Namun, kalau kita ingin membesarkan usaha kita. Pecahlah telur dari dalam, artinya kita melakukan usaha yang
kita mulai dari diri kita sendiri dari dalam untuk bagaimana membesarkan usaha kita karena dengan begitu kita akan membuahkan kehidupan baru dari sebuah telur menjadi anak ayam.

Bisnis juga begitu. Kita coba gali dari pikiran kita sendiri, berpikir, memulai memperbaiki diri, memantaskan diri atas pertolongan Allah, untuk Mencapai tujuan tadi agar omset kita 10 kali lipat. Ya, dimulai dari dalam, bukan dari luar untuk mencapai Kesuksesan bisnis.
Surat Ar-Ra’d Ayat 11
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka
menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak adayang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Selamat memecahkan telur usaha kita dari dalam.–99jurusbisnislangit