TADABUR AL-QURAN DAN HADISH
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِ ينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ
مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H
Allah membimbing hamba-hambaNya yang beriman manakala Dia menjelaskan keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani dan sifat-sifat buruk mereka agar kaum Muslimin tidak mengangkat mereka sebagai pemimin-pemimpin. Karena sebagian dari mereka adalah “ wali bagi sebagian yang lain.” Mereka saling tolong-menolong dan saling bahu-membahu menghadapi selain mereka. Maka janganlah kamu mengangkat mereka sebagai penolong-penolong, karena mereka adalah musuh yang sebenarnya, mereka tidak mempedulikan penderitaanmu bahkan mereka tidak menghemat energy sedikitpun demi menyesatkanmu. Maka tidak ada yang mengangkat mereka menjadi pemimpin-pemimpin kecuali orang yang sama seperti mereka.
Oleh karena itu Dia berfirman, “ barang siapa di antara kamu yang mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” Karena pengangkatan mereka menjadi pemimpin secara total menurut perpindahan kepada agama mereka, loyalitas yang sedikit akan mendorong kepada yang banyak, lalu fase demi fase sehingga seorang hamba menjadi satu dengan mereka.
“ Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-porang yang zhalim,” yakni dengan kezhaliman sebagai sipat, karena kembali kepadanya dan berpijak kepadanya. Jika kamu hadir kepada membawa satu bukti, niscaya mereka tidak akan mengikuti dan menaatimu.

MENGENALKAN SEJAK DINI BERBAGAI MACAM SAYURAN DAN BUAH DI TAMAN EDUKASI P2EKOMAS
Sikap Seorang Muslim Terhadap Muslim Yang Lain
عن أَبي هريرة رضي الله عنه قَالَ قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((لا تَحَاسَدُوا، وَلا تَنَاجَشُوا، وَلا تَبَاغَضُوا، وَلا تَدَابَرُوا، وَلا يَبعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْع بَعْض، وَكُونُوا عِبَادَ الله إخْوَانًا، المُسْلِمُ أخُو المُسْلم: لا يَظْلِمُهُ، وَلا يَحْقِرُهُ، وَلا يَخْذُلُهُ، التَّقْوَى هاهُنَا- ويشير إِلَى صدره ثلاث مرات– بحَسْب امْرئٍ مِنَ الشَّرِّ أنْ يَحقِرَ أخَاهُ المُسْلِمَ، كُلُّ المُسْلم عَلَى المُسْلم حَرَامٌ، دَمُهُ ومَالُهُ وعرْضُهُ)). رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Janganlah kalian saling hasad, dan jangan saling menipu, dan jangan saling membenci, dan jangan saling bermusuhan dan jangan pula membeli barang yang sedang dibeli orang lain. Dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lainnya, maka janganlah ia mendzalimi saudaranya, dan merendahkannya, dan enggan memberikan pertolongan padanya. Taqwa itu ada di sini – dan beliau menunjuk ke arah dadanya sampai tiga kali. Cukuplah seseorang itu dikatakan buruk, jika ia merendahkan saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim terhadap Muslim yang lain itu haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (Riwayat Muslim)

MENOLONG SESAMA MUSLIM DENGAN MEMBERIKAN BEKAL KETRAMPILAN BAGI GEN-Z
Pelajaran yang terdapat didalam hadist :
1- Ada beberapa kelakuan buruk yang diperhatikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam agar kita semua menjauhinya. Di antaranya ialah:
1. Hasad, dengki atau irihati.
2. Menipu mengatakan pada seseorang dengan harga tinggi atau mengatakan bahwa ia telah menawar sekian, tetapi belum diberikan. Padahal sebenarnya tidak dan berbuat sedemikian itu perlu menjerumuskan orang lain agar suka membeli dengan harga tinggi itu dan ia sendiri akan menerima sebagian keuntungan dari penjualannya itu nanti.
3. Saling membenci.
4. Saling bermusuhan.
5. Membeli barang yang sedang dibeli orang lain.
2- Semua itu dilarang oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam agar kita sesama makhluk Allah ini dapat hidup rukun dan damai.
3- Jika pelajaran bagian atas itu untuk umum, tanpa pandang bulu, kebangsaan, agama, dan lain-lain maka yang di bawah ini ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, khususnya antara kita sesama ummat Islam, yaitu seorang Muslim wajiblah menunjukkan sikap persaudaraan terhadap Muslim lainnya tanpa memandang golongannya, bermazhab atau tidaknya, kepartaiannya dan lain-lainnya.
4- Kita diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jangan sampai:
(a) Berbuat dzalim, Menganiaya, apalagi merampas haknya.
(b) Membiarkan kawannya, padahal memerlukan pertolongan, nasihat dan lain-lain sebagainya.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al quran :
1- Setiap Muslim sesungguhnya saling bersaudara:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. (Al-Hujurat: 10)
2- Menjunjung tinggi kehormatan orang yang beriman
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Al Hijr:88).
