Kita selalu mendambakan umat yang kuat. Tapi apakah kita sudah sungguh-sungguh membangun finansial yang kuat dalam upaya dakwah, masjid, dan kemandirian jamaah binaan kita?
Umat yang Kuat Butuh Uang yang Kuat
Dan uang yang kuat tidak datang dari sekadar berwacana, tapi dari:
- berani melangkah
- tepat berilmu
- konsisten beraksi
Apa langkah konkretnya? Bagaimana caranya?
Mari kita bedah bersama:
Manusia Sama Dengan Kera!
Struktur otak manusia sama dengan kera. Lalu apa yang membuat manusia bisa menulis, berhitung, melukis, dan membangun peradaban, sementara kera tetap saja bergelantungan di hutan? Jawabannya terletak pada ruh dan spirit—dua hal yang sering kita abaikan, tapi justru menentukan derajat kita. Sebuah tulisan dari Beni Sulastiyo (tbs-bandung)

Struktur fisik otak manusia pada dasarnya sama saja dengan kera, baik orang utan, simpanse maupun gorila. Bedanya, manusia diberi ruh oleh Sang Pencipta. Sementara kera tidak!
Dalam Al-Qur’an, tidak banyak informasi tentang ruh, sehingga sulit didefinisikan secara detail dengan bahasa Indonesia. Namun yang jelas, ruh bukanlah nyawa. Nyawa setara dengan istilah nafs. Maka ada ayat yang berbunyi: kullu nafsin dzāiqatu al-maut — setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Jika dianalogikan dengan komputer, ruh dapat disamakan dengan operating system (OS). Pada komputer, OS adalah perangkat lunak induk yang mengelola fungsi hardware dan software. Di PC atau laptop, OS ada berbagai macam: dulu ada DOS, kemudian Windows, lalu Mac, dan Linux.
Fungsi OS sangat penting. Tanpa OS, perangkat komputer tidak bisa menyala. Jika OS rusak, maka aplikasi maupun perangkat keras tidak akan bisa berjalan.
Allah Maha Hebat, spesifikasi OS-nya (ruh) dapat ter-upgrade secara otomatis. Pesrsis seperti Windows yang hadir dengan berbagai versi dalam 30 tahun terakhir. Ruh itu juga bisa mengalami peningkatan otomatis. Mengikuti usia. Semakin dewasa seseorang, semakin tinggi pula “spesifikasi OS/ruhnya”. Semakin tinggi tingkatannya, semakin hebat pula aplikasi yang bisa di downloan dan dijalankan: pengolahan angka, bahasa, gambar, audiovisual, hingga aplikasi super rumit yang mampu menghubungkan pengetahuan ribuan tahun lalu dengan pengetahuan hari ini.
Di komputer, ada yang disebut arus listrik lemah. Arus ini tidak tampak oleh mata, tetapi sangat menentukan kinerja perangkat keras dan perangkat lunak. Jika arus terlalu kecil atau tidak stabil, perangkat keras tidak bisa bekerja, OS terganggu, dan aplikasi pun tidak berjalan.
Pada manusia, arus yang tidak tampak ini disebut spirit. Dalam komputer, spirit adalah arus listrik kecil yang menyuplai energi ke perangkat elektronik di motherboard. Di sana terdapat ribuan komponen: transistor, kapasitor, resistor, IC, dan sirkuit yang saling terhubung. Semuanya membutuhkan “spirit” berupa arus listrik.

Dalam Al-Qur’an, Allah menjamin derajat orang beriman dan berilmu akan diangkat secara otomatis. Iman adalah salah satu bentuk spirit yang menyuplai energi pada otak. Maka tidak heran para nabi dan ulama memiliki ilmu yang tinggi, karena spirit mereka selalu menyala.
Namun iman hanyalah salah satu faktor. Selain iman, ada pula spirit cinta dan spirit cita-cita. Manusia yang memiliki spirit cinta dan cita-cita biasanya lebih cerdas dan lebih sukses, karena otaknya bekerja lebih baik dibandingkan manusia yang tidak memiliki keduanya.
Dengan kinerja otak yang lebih optimal, manusia lebih mudah memperoleh dan mengolah pengetahuan menjadi ilmu. Ilmu inilah yang mengangkat derajat manusia, baik derajat sosial, ekonomi, maupun politik.
Para nabi, sahabat, ulama, ilmuwan, tokoh dunia, pahlawan bangsa, pebisnis, dan profesional sukses semuanya adalah orang-orang berilmu. Mengapa mereka bisa memiliki ilmu yang tinggi dan menjadi manusia hebat? Karena spirit iman, cinta, dan cita-cita mereka menyala lebih terang dibandingkan kebanyakan manusia.(Sumber: Mujahidpreneur)
