Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan dan sosial bagi masyarakat. Pengelolaan masjid yang baik memerlukan manajemen yang profesional agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi jamaah. Aktivitas Pelatihan pengelolaan manjemen masjid menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, transparansi keuangan, serta optimalisasi program dan fasilitas masjid.
Komunitas pelatihan masjid kelompok atau organisasi yang memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengurus dan jamaah masjid untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan, pemberdayaan umat, dan menciptakan masjid yang inklusif dan inovatif. Tujuannya adalah mewujudkan masjid sebagai pusat kegiatan dan kebaikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Membentuk Sirkel Sosial yang Sehat Secara Spiritual
عن أَبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((لا تُصَاحِبْ إلا مُؤْمِنًا، وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إلا تَقِيٌّ)). رواه أَبُو داود والترمذي بإسناد لا بأس بِهِ.
Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sabdanya: “Janganlah engkau bersahabat, melainkan dengan orang mu’min dan janganlah makan makananmu itu kecuali dengan orang yang bertaqwa.” (Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad yang tidak mengapa – untuk dijadikan pegangan)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Bersahabatlah hanya dengan orang yang beriman, karena dia akan menarikmu ke jalan Allah
2- Makanlah bersama orang bertakwa, karena keberkahan dan doanya akan mengalir padamu.
3- Jangan dekat-dekat dengan orang yang lalai dari agama jika kamu belum kuat menjaga diri.
4- Hadis ini adalah nasihat Nabi shalallahu alaihi wa salam yang sangat bijak dalam membentuk sirkel sosial yang sehat secara spiritual.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an:
1- Teman yang tidak berdasarkan takwa, akan menjadi musuh di akhirat. Maka bertemanlah hanya karena Allah.
الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu (Kiamat) akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.(“QS. Az-Zukhruf: 67)
2- Allah perintahkan Nabi ﷺ untuk bergaul dengan orang-orang saleh, bukan pembesar Quraisy yang kufur walaupun mereka punya kedudukan.
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya…”(QS. Al-Kahfi: 28)
3- Perintah langsung untuk berteman dan berdekatan dengan orang-orang yang benar, bukan pendosa atau orang lalai.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan **bersamalah dengan orang-orang yang benar (jujur/ saleh).”(QS. At-Taubah: 119)(Sumber : Ustadz Muslih Rosyid)
